darksunset1.jpgdarksunset2.jpg

Jasa Duplikasi CD DVD Termurah JASA REPLIKASI CD DVD | WWW.DUPLIKASICD.NET | COPY CD DVD BLURAY PALING MURAH DI INDONESIA.

JUAL ROTI BUAYA KHAS BETAWI ( SUDAH DIHIAS PITA-PITA CANTIK & ISI RASANYA BISA PILIH )

Jual Roti Buaya untuk acara pernikahan, acara keluarga, kumpul – kumpul teman maupun untuk cemilan..

 

Ayo Segera order sekarang juga, rasakan kenikmatan memakan roti buaya ukuran jumbo.

 

 

 

Tampilan Roti Buaya

 

Roti Buaya enak

 

Harga Roti Buaya

 

Ukuran 30 cm (Roti Buaya Mini) sudah di hias Pilihan rasa isi : Mix 2 Rasa
Harga : Rp. 75.000 (sepasang : 2 Besar + 2 Anak)

 

Ukuran 0,5 Meter sudah di hias Pilihan rasa isi : Mix 2 Rasa
Harga : Rp. 300.000 (sepasang : 2 Besar + 2 Anak)

 

Ukuran 1 Meter sudah di hias Pilihan rasa isi : Mix 2 Rasa
Harga : Rp. 400.000 (sepasang : 2 Besar + 2 Anak)

 

Ukuran 1,5 Meter sudah di hias Pilihan rasa isi : Mix 2 Rasa
Harga : Rp. 500.000 (sepasang : 2 Besar + 2 Anak)

 

Tersedia dalam 4 rasa :
Coklat, Keju, Strowbery dan Bluebery.

 

 

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

 

Selamat Pagi Bapak Ibu Dan Muda - Mudi Sekalian ^_^

 

Jasa Pembuatan Sepasang Roti Buaya  ( 2 buah yg Besar + Bonus 2 Roti yang Kecil)  :

 

Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan.

 

Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga.

 

Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib. Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati.

 

Jasa Pembuatan Sepasang Roti Buaya  ( 2 buah yg Besar + Bonus 2 Roti yang Kecil)  :

 

30 cm Harga Rp.95.000

0,5 Meter Rp.300.000

1 Meter Rp.400.000

1,5 Meter Rp.550.000

2 Meter Rp.850.000

 

Hub kami Segera di :

 

Jasamasak.com 

JasaCatering.com 

JasaRendang.com 

08777 455 1147 

0896 56 866 321

 

Dengan Ade Tri Prasetya

 

Asal muasal adanya roti buaya ini, konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun.

 

Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.

 

Karenanya, tak heran jika setiap kali prosesi pernikahan, mempelai laki-laki selalu membawa sepasang roti buaya berukuran besar, dan satu roti buaya berukuran kecil yang diletakkan di atas roti buaya yang disimbolkan sebagai buaya perempuan. Ini mencerminkan kesetian mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sampai beranak-cucu. Tradisi ini masih berlangsung sampai sekarang.

 

Jika anda kesulitan memperoleh Roti Buaya, kami menyediakan Roti Buaya dengan 5 ukuran yaitu: 30 cm,  50 cm, 100 cm, 1 1/2 Meter dan  2 Meter dengan 4 pilihan rasa : Keju dan Coklat dan sudah di Hias sehingga mempermudahkan anda.

 

Harga Roti Buaya:

 

50 cm Harga nya = Rp. 300.000

 

Ukuran 1 Meter sudah di hias Pilihan rasa isi : Keju dan Coklat Harga : Rp. 400.000 (sepasang)

 

Ukuran 1,5 Meter sudah di hias Pilihan rasa isi : Keju dan Coklat Harga : Rp. 550.000 (sepasang)

 

Dan...

 

Yang Terpanjang:

Ukuran 2 Meter = Rp.850.000

 

Dan kami menjual ROTI BUAYA MINI ukuran 30 cm, harga Rp 50.000/pcs  minimal 5 pcs.

 

Tersedia dalam 4 Rasa : Coklat, Keju, Blueberry dan Strowbery.

 

 

 

Sejarah Roti Buaya konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya.Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun.Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.

Roti Buaya Sebagai Simbol Pernikahan Adat Betawi

Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan. Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga.

Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib. Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati.

Selain itu masyarakat Betawi telah turun temurun menggunakan roti buaya sebagai simbolisasi disetiap pernikahan adat Betawi. Kenapa bentuknya buaya? tapi kita sering mendengar bahwa ada istilah Buaya Darat alias mata keranjang? Persepsi ini yang perlu dijelaskan. Buaya adalah hewan yang panjang umur dan paling setia kepada pasangannya, buaya itu hanya kawin sekali seumur hidup, sehingga orang Betawi menjadikannya sebagai Lambang Kesetiaan dalam rumah tangga.

Selain itu buaya termasuk hewan perkasa & hidup di dua alam, ini juga bisa dijadikan lambang dari harapan agar rumah tangga menjadi tangguh & mampu bertahan hidup di mana aja. Roti Buaya ini dibuat sepasang, yang betina ditandai dengan roti buaya kecil yg diletakan di atas punggungnya atau di samping. Maknanya adalah kesetiaan berumah tangga sampai beranak cucu. Peningset ini harus dijaga sepanjang jalan, supaya tetap mulus hingga sampai ke tangan penganten perempuan.

Selain itu, roti memiliki makna sebagai lambang kemapanan, karna ada anggapan bahwa roti merupakan makanan orang golongan atas. Pada saat selesai akad nikah, biasanya roti buaya ini diberikan pada saudara yang belum nikah, hal ini juga memiliki harapan agar mereka yang belum menikah bisa ketularan dan segera mendapatkan jodoh.

---------------------------------------------------------------

BUAYA , SIMBOL PERNIKAHAN ADAT BETAWI

Kategori: Upacara Keagamaan ·

Ditulis oleh sista ·

Dipublish September 16, 2015

Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan Roti Buaya. Biasanya, roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter ini dibawa oleh pengantin laki-laki pada acara seserahan.

Selain roti buaya, mempelai pengantin juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga. Dari sejumlah barang yang bisa diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib. Sebab roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup semati.

Asal muasal adanya roti buaya ini, terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun-temurun.

Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemapanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.

Selain itu, roti buaya adalah lambang kesabaran, karena buaya selalu sabar dalam mengintai dan menunggu mangsa. Namun, ada juga yang mengartikannya sebagai lambang kejantanan. Selama perjalanan, roti ini harus tetap mulus, tidak boleh rusak sampai ke tangan pengantin perempuan.

Setelah akad, roti ini dibagikan kepada sanak saudara yang belum menikah. Maksudnya, supaya mereka kendaran dan segera mendapatkan jodoh. Namun, roti buaya ini cenderung sulit diperoleh di pasaran, sehingga orang yang memerlukan roti buaya harus memesannya terlebih dahulu. Mengingat roti tersebut hanya digunakan untuk keperluan hajatan.

Karenanya, setiap kalli prosesi pernikahan, mempelai laki-laki selalu membawa sepasang roti buaya berukuran besar, dan satu roti buaya berukuran kecil yang diletakkan di atas roti buaya yang disimbolkan sebagai buaya perempuan. Ini mencerminkan kesetiaan mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sampai beranak-cucu. Tradisi ini masih berlangsung sampai sekarang.

Sumber: Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya. 2014. Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.

Sumber: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/2165/roti-buaya-simbol-pernikahan-adat-betawi

 

Pernah dengar kan istilah “Buaya Darat” ? Buaya Darat merupakan istilah yang ditunjukan pada laki-laki genit yang sering menggoda wanita lain padahal sudah memiliki pasangan, entah kenapa istilah tersebut muncul padahal faktanya Buaya merupakan hewan yang sangat setia pada pasangan nya. Oleh karena itu masyarakat Jakarta khususnya Betawi pada saat prosesi pernikahan dari pihak laki-laki sering membawa seserahan berupa roti buaya, nah penasaran kan apa makna di balik roti buaya pada Penikahan Adat Betawi ? Yuk simak terus uraian berikut ini …

Makna Filosofi Tersembunyi dari Roti Buaya

Roti buaya sudah menjadi salah satu tradisi yang sangat lekat dengan masyarakat Betawi. Khususnya dari calon mempelai pihak laki-laki yang ingin menikahi pujaan hatinya diharuskan melamar dengan membawa seserahan yang dilengkapi dengan roti buaya yang biasanya berjumlah dua atau sepasang sebagai lambang pihak laki-laki dan pihak perempuan. Hal ini dikarenakan filosofi dari hewan buaya yang menarik perhatian masyarakat Betawi, pasalnya meskipun termasuk ke dalam kategori hewan buas Buaya sangat setia pada pasangannya dan memiliki 1 pasangan seumur hidupnya.

Oleh karena itu roti dengan bentuk buaya melambangkan cinta dan kesetiaan sekaligus menjadi lambang kemapanan ekonomi. Roti Buaya mewakili harapan penganting untuk saling mencintai, saling mengasihi, saling setia dan selalu dilimpahi kemapanan ekonomi untuk menjalin bahtera rumah tangga.

Baca Juga : 5 Senjata Tradisional Asli Indonesia Yang Sudah Dikenal Dunia

Tradisi membawa seserahan berupa Roti Buaya ternyata sudah berlangsung sejak lama yakni saat Bangsa Eropa masuk ke Indonesia. Pada saat itu simbol pernikahan bangsa Eropa yaitu bunga. Merasa tak ingin di kalahkan orang Betawi pun berusaha untuk menerapkan simbol pernikahan adat sendiri lalu di pilihlah roti buaya karena berdasarkan filosofi yang telah disebutkan diatas.

Beda hal nya dengan sekarang, dahulu roti buaya dibuat dengan bahan baku berasal dari singkong sehingga dengan sengaja dibuat sekeras mungkin dan berat seperti batu. Semakin keras roti tersebut maka dianggap semakin berkualitas. Oleh karena itu Roti Buaya jaman dahulu memang bukan untuk dimakan. Roti buaya akan dipajang ditengah-tengah ruangan hingga acara pernikahan selesai, setelah itu roti akan ditaruh diatas lemari pakaian penganti sampai hancur dan berbelatung diatas lemari. Roti nya pun akan tahan lama karena tidak memiliki rasa sama sekali. Inilah yang menjadi simbol suami istri yang hanya dapat dipisahkan oleh mau sampai raga sudah berbelatung.

Namun sekarang tradisi roti buaya pun berubah, roti buaya dibuat menjadi lebih lembut bahkan ditambah dekorasi tempelan aneka ragam seperti cokelat, kismis, keju sebagai isiannya. Bahan pembuatanya pun terbuat dari tepung terigu, mentega, gula pasir, ragi, susu bubuk, telur dan bahan pewarna makanan. Tak hanya itu zaman sekarang roti buaya akan dibagi-bagikan pada para tamu undangan setelah acara pernikahan selesai.

Meskipun demikian kembali lagi kepada filosofi Roti Buaya pada awalnya sebagai simbol kesetiaan dan kemapaian kedua mempelai tersebut, oleh karena itu tradisi ini masih tetap dipertahankan sampai sekarang. Jika kamu ingin mencicipi roti buaya khas Betawi lumayan susah loh karena kita tidak bisa menemukan di toko roti pada umumnya karena memang dibuat khusus untuk pesta pernikahan saja.

Sangat menarik bukan ? sudah menjadi kewajiban kita sebagai warga Indonesia yang baik khususnya untuk warga Betawi lindungi dan lestarikan budaya Betawi asli. Agar kelak anak cucu kita bisa menikmati dan merasakan Roti Buaya juga. Semoga dapat menambah wawasan anda. SEMOGA BERMANFAAT.

 

Sumber: http://budaya.ijomuda.com/yuk-ketahui-makna-filosofi-roti-buaya-pada-pernikahan-adat-betawi

 

Alamat Pembuatan Roti Kami:

Jalan doktor hamka larangan no.7 (masuk 2km sampai Indomaret BULAK WARENG) RUKO WAHANA LOGISTIK /JASABURN, Desa bulak wareng, kelurahan larangan selatan, tangerang 15154.

Jasaburn.com

http://maps.google.com/?cid=17959484459966325667&hl=in&gl=id

 

Dan

 

Alamat rumah Ane di:

Jalan Panjang Cidodol Kebayoran Lama, Gang. Musholla Faturahman no.11 C,  Rt 2 Rw.4 ( Poster Pink Warung AQILLA,  ada dibelakang Musolla nya),

Kel. Kampung Sukabumi Selatan, Kebayoran Lama, Jaksel 12220.

Nama saya Ade.

0896 56866 321 / 08777455 1147.

 

Aqilla Bakery - Pembuatan Roti Buaya

 

https://goo.gl/maps/wC5BGiGGfq92

 

 

 

 

Selamat bergabung di Jalan Kesuksesan.

 
 
 

 

Pesan Hubungi

Visit our website...!!!

www.ROTIBUAYA.SIMDIF.com

Lokasi RUMAH PERTAMA Kami di :

Pondok Betung Jl.Cipadu Raya Gg.H.Gozali

Rt.04 / 05 No.27 Kel. Jurang Mangu Timur, TANGERANG 15222.

DAN

LOKASI RUMAH KEDUA KAMI :

Jln. Cidodol Raya, Gang. Musholla Faturrahman No. 11 C, kebayoran Lama , Jakarta Selatan.

XL 0877 7455 1147  (WA, LINE)

 

Joomla templates by a4joomla